5 TIPS PEMBUAT HATI SEJUK


Sebagian orang, ada yang merasa kehidupannya selalu diselimuti dengan perasaan galau, gundah, dan tidak tenang. Perasaan ini seringkali muncul ketika problem kehidupan meningkat sedangkan imannya melemah.
KETAHUILAH, ketaatan kepada Allah yang diwujudkan dengan amal shalih adalah cara terbaik dalam meraih kebahagiaan, ketenangan, dan pengusir rasa gundah.

INILAH TIPS-TIPS NYA :

Pertama: Membaca al-Qur'an dengan Tadabur

Hikmah diturunkannya al-Qur'an agar manusia dapat merenungi ayat-ayatnya serta mengambil pelajaran darinya.

Ketahuilah, al-Qur'an adalah petunjuk kebaikan bagi kehidupan manusia. Jika kita menginginkan hati yang terang, bening sebening kaca, dan jiwa yang bersih maka jangan mencari obat ke mana-mana. Al-Qur'an adalah solusinya. Allah  ّ وجل ّ عز berfirman :




"Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS alIsra' [17]: 9)".

Al-Imam Ibn al-Qayyim  رحمو الله mengatakan, "Hati tidak akan tenang kecuali dengan iman dan keyakinan. Tidak ada jalan untuk menggapai iman dan keyakinan kecuali dengan al-Qur'an. Karena tenang dan tenteramnya hati termasuk keyakinannya terhadap al-Qur'an. Dan guncangnya hati pertanda keraguannya. Dengan al-Qur'an dapat tergapai keyakinan dan tertolak keraguan, sangkaan, dan kebimbangan. Maka tidak akan tenang hati seorang muslim kecuali dengan al-Qur'an."

Kedua: Shalat tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada malam hari setelah sebelumnya tidur terlebih dahulu.

Ketahuilah, shalat malam yang dikerjakan dengan khusyuk, menyendiri, dan memaknai kandungan bacaan alQur'an dan do'a yang dibaca akan membawa ketenangan hati, perasaan tenteram, dan jiwa yang baik. Permasalahan dunia yang sulit akan terasa ringan jika kita mengerjakan shalat. Karena shalat adalah penghibur dan penyejuk hati. Rasulullahصلى الله عليو وسلم bersabda: 


"Bangkitlah, hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat."
HR Abu Dawud: 4986, Ahmad 5/371. Dinilai shahih oleh al-Albani dalam al-Misykah: 1253. 

Bahkan, Nabi  صلى الله عليو وسلم setiap kali dirundung masalah, beliau melaksanakan shalat. Sahabat yang mulia Hudzaifah  رضي الله عنو berkata:




"Adalah Nabi  صلى الله عليو وسلم apabila dirundung masalah maka beliau mengerjakan shalat."
HR Abu Dawud: 1319, Ahmad 5/388. Hadits ini dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih Abu Dawud: 1319 

Hal itu tiada lain karena shalat adalah komunikasi antara hamba dengan Rabbnya. Berdiri di hadapan Allah dengan shalat memiliki pengaruh kuat dalam memperbaiki jiwa orang yang shalat bahkan seluruh manusia. Karena, shalat adalah penyejuk mata.


Ketiga : Berteman kepada teman yang shalih

Allah memerintahkan kepada kita untuk bersama-sama orang yang baik dan shalih. Allah  ّ وجل ّ عز berfirman :




Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS at-Taubah [9]: 119)

Teman punya pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian, sifat dalam diri seorang muslim. Sebab itu, tidak mengherankan bila Rasulullah  صلى الله عليو وسلم sudah memberikan peringatan sejak jauh-jauh hari agar berteman dengan teman yang baik dan menjauhi teman yang jelek. Beliau  صلى الله عليو وسلم bersabda: 










"Permisalan teman yang shalih dan teman yang jelek, bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, bisa jadi dia akan memberikan minyak wanginya, atau engkau membeli darinya atau engkau mendapatkan wanginya. Adapun pandai besi, dia bisa membakar bajumu atau engkau mendapati baunya yang tidak enak."
HR al-Bukhari: 2101, Muslim: 2628 




Keempat : Puasa

Puasa akan menjernihkan hati dan pikiran. Ini termasuk hikmah yang jarang diketahui manusia. Dengan meninggalkan berbagai kenikmatan dan keinginan jiwa ketika berpuasa, akan membuat pikiran dan hati menjadi jernih dan bersih. Hati dan pikirannya akan terpusat untuk dzikir dan beribadah. Karena, banyak makan dan minum akan membuat hati menjadi lalai dan sibuk, bahkan tidak mustahil membuat hati menjadi keras dan gersang

Puasa Ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Secara umum, tujuan disyari'atkannya puasa adalah agar seseorang menjadi hamba yang bertaqwa. Allah  ّ وجل ّ عز menegaskan:









Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS al-Baqarah [2]: 183)



Kelima : Dzikrullah

Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air? 
Al-Wabil ash-Shayyib hlm. 93

Dzikir dapat membersihkan jiwa dari kelalaian dan kealpaan, obat dari kerasnya hati. Suatu ketika, ada yang mengadu kepada al-Imam al-Hasan al-Bashri رحمو الله, "Wahai Abu Sa'id, hatiku keras, bagaimana obatnya?" Beliau menjawab, "Obatilah dengan berdzikir!"Tazkiyah an-Nufus hlm. 46. 

Pada kesempatan yang lain, al-Imam al-Hasan al-Bashri  رحمو الله pernah mengatakan, "Carilah kelezatan dalam tiga perkara: di dalam shalat, dzikir, dan membaca al-Qur'an. Jika kalian mendapati ... Jika tidak maka ketahuilah bahwa pintu kelezatan telah tertutup." Madarij as-Salikin 2/441 

Allah Ta'ala berfirman: 




Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (QS ar-Ra'du [13]: 28) 

Berkata asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di , رحمو الله "Selayaknya dan sudah menjadi keharusan bahwa hati tidak akan tenang kecuali hanya dengan dzikir. Tidak ada yang lebih lezat lagi manis bagi hati daripada kecintaan dan ma'rifat kepada penciptanya. Maka, sesuai dengan kadar kecintaan dan ma'rifatnya, ia akan selalu ingat kepada Allah, ini menurut pendapat yang mengatakan bahwa dzikrullah adalah dzikirnya seorang hamba kepada Rabbnya berupa tasbih, tahlil, takbir, dan sebagainya."
Taisir Karim ar-Rahman hlm. 372


           

Share this

Related Posts

First